Rintik-rintik hujan kian menerpa deras. Membasahi tiap sudut bumi sehingga tak seorang pun dapat luput darinya. Seiring detik yang bergulir, aku tetap sendiri, tanpa seorang pun yang menemani. Sebenarnya, sudah lama aku tak merasakan terpaan hujan seperti ini. Dalam keheningan, suara rintik hujan ini menenangkanku, menentramkan hatiku. Aku sungguh menyukai hujan, sama seperti aku menyukai gelapnya malam, bersama bulan dan bintang-bintangnya. Namun, malam ini aku tak berjumpa dengan bulan dan bintangku, sebab hujanlah yang terlebih dahulu hadir. Setidaknya, hujan masih bersedia hadir untuk menemaniku di sini. Sampai dirinya kembali hadir di tempat ini untuk menemuiku. “Berapa lama lagi aku harus menunggunya di sini? Apa sisa waktu yang kupunya masih cukup untuk tetap menantinya kembali?” ***