Posts

11:11

11.11 It's the time Make a wish Whisper it  Through the universe 11.11 Here it goes Cherish The memories 11.11 Again Life goes so fast Make choices Make life precious 11.11 I wish you were here But you're not
If my brain could melt away, I'm pretty sure it has melted out. And my head would be empty. Just like the recycle bin. Or even the brain has changed. With the new cells. New neurons. All new. Without the sad-scary-traumatic-memories in the past. It would be great. I'm sure.

Sinopsis Cerita Pendek "Patung" - Seno Gumira Adjidarma

Aku melihat mereka pergi menjauh. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mereka, namun aku sudah menjadi patung. Segenap urat syaraf, darah, kulit, usus, jantung dan paru-paru, apapun dari tubuhku telah menjadi batu, sehingga akupun menjadi patung. Aku tinggal pikiranku. Menatap ke satu arah, menatap matahari turun ke balik gunung tanpa bisa menoleh.

Seperseribu Detik Sebelum Pukul 16:00

Sebetulnya mereka berdua tidak ingin melihat jam tangan masing-masing, juga tidak ingin melihat jam dinding, karena hanya akan memperlihatkan kenyataan menyakitkan. ”Aku tidak mau berpisah.” ”Aku juga.” ”Aku tidak mau.” ”Aku juga tidak mau.” ”Tidak mau. Pokoknya tidak mau.” ”Jangan mau. Pokoknya jangan mau.”

Kisah Setangkai Mawar, Tak Lekang oleh Waktu

            Rintik-rintik hujan kian menerpa deras. Membasahi tiap sudut bumi sehingga tak seorang pun dapat luput darinya. Seiring detik yang bergulir, aku tetap sendiri, tanpa seorang pun yang menemani. Sebenarnya, sudah lama aku tak merasakan terpaan hujan seperti ini. Dalam keheningan, suara rintik hujan ini menenangkanku, menentramkan hatiku. Aku sungguh menyukai hujan, sama seperti aku menyukai gelapnya malam, bersama bulan dan bintang-bintangnya. Namun, malam ini aku tak berjumpa dengan bulan dan bintangku, sebab hujanlah yang terlebih dahulu hadir. Setidaknya, hujan masih bersedia hadir untuk menemaniku di sini. Sampai dirinya kembali hadir di tempat ini untuk menemuiku.             “Berapa lama lagi aku harus menunggunya di sini? Apa sisa waktu yang kupunya masih cukup untuk tetap menantinya kembali?” ***

Bangau Kertas, Saksi Berakhirnya Kisah Cinta Kita

            “Masih belum ada yang menggantikan posisinya di hatiku.” ***             Aku masih ingat betul hari itu. Hari dimana aku berjumpa dengannya untuk yang pertama kalinya. Muncul pemikiran dalam benakku, apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya? Tak bisa kupungkiri, namun itulah kenyataannya. Menyimpan perasaan pada seseorang yang merupakan orang asing di kehidupanku.             “Apa mungkin semua ini ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa?”            

Purnama dalam Kehampaan

             “Andai aku bisa menjadi sepertimu, wahai purnama. Dirimu jauh. Namun, dapat menerangi seantero langit malam yang gelap ini. Aku yakin, siapa saja yang menikmati lembutnya belaian cahayamu pasti merasa tenang dan nyaman hatinya. Begitu juga apabila aku menjadi seperti dirimu. Tentu saja aku akan menerangi hati setiap orang yang dirajai sang gelap, sehingga dapat beroleh pelitanya kembali.” ***                     “Kemana saja? Selama inikah? Mengapa dia tak kembali?”