Posts

Showing posts from January, 2017

Sinopsis Cerita Pendek "Patung" - Seno Gumira Adjidarma

Aku melihat mereka pergi menjauh. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mereka, namun aku sudah menjadi patung. Segenap urat syaraf, darah, kulit, usus, jantung dan paru-paru, apapun dari tubuhku telah menjadi batu, sehingga akupun menjadi patung. Aku tinggal pikiranku. Menatap ke satu arah, menatap matahari turun ke balik gunung tanpa bisa menoleh.

Seperseribu Detik Sebelum Pukul 16:00

Sebetulnya mereka berdua tidak ingin melihat jam tangan masing-masing, juga tidak ingin melihat jam dinding, karena hanya akan memperlihatkan kenyataan menyakitkan. ”Aku tidak mau berpisah.” ”Aku juga.” ”Aku tidak mau.” ”Aku juga tidak mau.” ”Tidak mau. Pokoknya tidak mau.” ”Jangan mau. Pokoknya jangan mau.”

Kisah Setangkai Mawar, Tak Lekang oleh Waktu

            Rintik-rintik hujan kian menerpa deras. Membasahi tiap sudut bumi sehingga tak seorang pun dapat luput darinya. Seiring detik yang bergulir, aku tetap sendiri, tanpa seorang pun yang menemani. Sebenarnya, sudah lama aku tak merasakan terpaan hujan seperti ini. Dalam keheningan, suara rintik hujan ini menenangkanku, menentramkan hatiku. Aku sungguh menyukai hujan, sama seperti aku menyukai gelapnya malam, bersama bulan dan bintang-bintangnya. Namun, malam ini aku tak berjumpa dengan bulan dan bintangku, sebab hujanlah yang terlebih dahulu hadir. Setidaknya, hujan masih bersedia hadir untuk menemaniku di sini. Sampai dirinya kembali hadir di tempat ini untuk menemuiku.             “Berapa lama lagi aku harus menunggunya di sini? Apa sisa waktu yang kupunya masih cukup untuk tetap menantinya kembali?” ***

Bangau Kertas, Saksi Berakhirnya Kisah Cinta Kita

            “Masih belum ada yang menggantikan posisinya di hatiku.” ***             Aku masih ingat betul hari itu. Hari dimana aku berjumpa dengannya untuk yang pertama kalinya. Muncul pemikiran dalam benakku, apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya? Tak bisa kupungkiri, namun itulah kenyataannya. Menyimpan perasaan pada seseorang yang merupakan orang asing di kehidupanku.             “Apa mungkin semua ini ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa?”            

Purnama dalam Kehampaan

             “Andai aku bisa menjadi sepertimu, wahai purnama. Dirimu jauh. Namun, dapat menerangi seantero langit malam yang gelap ini. Aku yakin, siapa saja yang menikmati lembutnya belaian cahayamu pasti merasa tenang dan nyaman hatinya. Begitu juga apabila aku menjadi seperti dirimu. Tentu saja aku akan menerangi hati setiap orang yang dirajai sang gelap, sehingga dapat beroleh pelitanya kembali.” ***                     “Kemana saja? Selama inikah? Mengapa dia tak kembali?”

Dibuang Sayang―Lomba Quotes 2016

Please enjoy my quotes yang tak seberapa ini ya! Selagi waktu masih berputar Selagi jantung masih berdetak Selagi semangatmu berkobar Kejarlah impianmu sampai ujung dunia Gapai cita-citamu, raih cemerlang masa depanmu Bersama kita akan mengubah negeri ini Untuk menjadi lebih baik lagi ―lopli

New Year, New Life(?)

Usai sudah tugas 2016 selama 366 hari ia mempersilahan waktu dan tempat bagi kita untuk beraktivitas. Saatnya tugas mulianya digantikan oleh si 2017 yang dengan gagah berani menampakkan wajahnya dengan membawa serta harapan dan resolusi baru―setidaknya bakal diwujudkan oleh si manusia yang bersangkutan. Namun, apa benar, tahun baru, kehidupan baru?

Greets of 2017

Bello readers! Berhubung ini adalah entry pertama di tahun 2017 sekaligus hari kelahiran blog ini, maka izinkan penulis untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku lopli. Sebenarnya masih banyak lagi nama yang diciptakan oleh teman-temanku yang terkasih. Mereka seringkali memplesetkan namaku hingga memunculkan berbagai nama yang lucu.  Oleh sebab itu, terciptalah nama bekenku yang pada akhirnya kujadikan sebagai nama domain blog ini. Currently studying in the University of Sumatera island,  out of my lovely hometown,  lintas jurusan,  hehe. Angkatan 2016. Auto menjadi  anak rantau. Kind Regards, lopli