New Year, New Life(?)

Usai sudah tugas 2016 selama 366 hari ia mempersilahan waktu dan tempat bagi kita untuk beraktivitas. Saatnya tugas mulianya digantikan oleh si 2017 yang dengan gagah berani menampakkan wajahnya dengan membawa serta harapan dan resolusi baru―setidaknya bakal diwujudkan oleh si manusia yang bersangkutan.

Namun, apa benar, tahun baru, kehidupan baru?

Apakah bisa seorang manusia yang memiliki banyak kelemahan itu meninggalkan segala kelemahannya di masa lampau?

Kurasa tidak, tapi, tak ada yang tak mungkin.

Semua hal butuh proses. 
Begitupun penulis, masih senantiasa berproses menuju kehidupan yang lebih baik lagi tanpa bergantung pada masa lalu,

Memang benar adanya bahwa masa lalu menyimpan banyak kenangan, manis, pahit, semuanya berdampak bagi kita di masa sekarang. 
Boleh dikenang, tapi jangan terjebak.
Jangan hanya karena mengenangnya menjadikan penghambat bagi kita untuk berproses. Jadikan masa lalu sebagai patokan, pembelajaran, penyemangat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Be the best version of you.

Hadapi terus masa depan, yang lalu-lalu jangan kebanyakan diungkit-ungkit kembali. Tapi, terserah sih, semuanya bergantung pada diri kita masing-masing mau diapakan.

Enjoy life, let it flow!

“New Year - a new chapter, new verse, or just the same old story? Ultimately we write it. The choice is ours.” ― Alex Morritt, Impromptu Scribe   


Comments

Popular posts from this blog

11:11

Sinopsis Cerita Pendek "Patung" - Seno Gumira Adjidarma

Bangau Kertas, Saksi Berakhirnya Kisah Cinta Kita